
SMPN 1 Dander melaksanakan upacara bendera pada Senin, 9 Februari 2026, yang diisi dengan sosialisasi tolak NAPZA dan hentikan bullying. Materi disampaikan oleh Aiptu Anung Sulistyanto, S.H. sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa agar menjauhi NAPZA serta menumbuhkan sikap saling menghargai demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Pembina Upacara, Aiptu Anung Sulistyanto, S.H
SMPN 1 Dander melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin, 9 Februari 2026, di halaman sekolah dengan tertib dan khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Selain sebagai kegiatan rutin, upacara bendera kali ini dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi dan pembinaan karakter siswa terkait upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA serta kampanye menghentikan praktik bullying di lingkungan sekolah.
Bertindak sebagai pemateri dalam amanat upacara adalah Aiptu Anung Sulistyanto, S.H. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa NAPZA merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena dapat merusak kesehatan fisik, mental, serta masa depan pelajar. Beliau mengingatkan para siswa untuk selalu waspada terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan yang tidak sehat, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan NAPZA.
Lebih lanjut, Aiptu Anung Sulistyanto, S.H. menjelaskan bahwa peran siswa, guru, dan pihak sekolah sangat penting dalam upaya pencegahan sejak dini. Pendidikan karakter, komunikasi yang baik, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan positif di sekolah menjadi kunci utama agar siswa terhindar dari perilaku menyimpang. Beliau juga mengajak siswa untuk menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman.
Dalam kesempatan yang sama, pemateri juga menyoroti maraknya kasus bullying di lingkungan pelajar. Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa berupa ejekan, perundungan verbal, pengucilan, hingga perundungan melalui media sosial. Dampak bullying sangat serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri hingga gangguan psikologis pada korban.
Melalui amanatnya, Aiptu Anung Sulistyanto, S.H. mengajak seluruh siswa untuk saling menghargai, menumbuhkan empati, serta berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan bullying. Beliau menegaskan bahwa menghentikan bullying adalah tanggung jawab bersama demi terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan berkarakter positif.
Kegiatan upacara bendera ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa SMPN 1 Dander akan pentingnya menjauhi NAPZA dan menghentikan segala bentuk bullying. Sekolah berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan edukasi guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.